| 26 April 2009 | 0 Comments |

Bumi Kita: Lautan yang Tidak Bercampur

Tags: , , , , ,

Category: Islam & Muslim, Signs & Sciences

Kembali ke bumi kita, sebelumnya saya sudah menuliskan apa kata Alquran tentang bentuk bumi kita dan itu sudah dibuktikan kebenarannya oleh science modern. Masih terkait dengan bumi kita, sekarang kita bicarakan tentang lautan yang saling bertemu tetapi tidak bercampur satu sama lain…

Bagaimana bisa? Alquran memberi tahu dan telah mengabarkan lebih dari 1400 tahun yang lalu. Lalu bagaimana tinjauan science saat ini? Mari kita ikuti keberanannya…

Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Alquran sebagai berikut :

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing.” [ar-Rahman : 19-20].

Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)

Dr. Zakir Abdul Karim Naik yang lebih dikenal dengan Dr. Zakir Naik dalam bukunya The Qur’an and Modern Science – Compatible or Incompatible menulis bahwa kata “barzakh” pada ayat di atas berarti batas atau penghalang, atau dalam istilah komputer “partisi”. Pemisah ini tidak berwujud fisik. Kata “maraja” secara harfiah berarti “keduanya bertemu dan bercampur satu sama lain”. Tetapi bertemu dan bercampur di sini, tidak benar-benar bercampur karena ada pembatas atau pemisah antara keduanya. Pemisah ini adalah suhu masing-masing air laut itu, kadar garamnya dan sifat-sifat lainnya.

Laut

Contoh nyata dari kebenaran ayat-ayat Alquran ini adalah adanya gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Jibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya.

Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini telah dinyatakan dalam Al Qur’an. Science modern saat ini jelas-jelas membuktikan kebenaran Alquran.

Ini dipertegas lagi dengan konfirmasi dari Dr. William Hay, seorang saintis kelautan dan profesor dari Goelogical Sciences di Universitas Colorado, AS.

Memang, Alquran benar-benar berasal dari ALLAH SWT, yang Mahabenar dan Mahasuci.

Referensi :



Leave a Reply