| 4 April 2009 | 0 Comments |

Campuran dalam Air Mani

Tags: , , , ,

Category: Islam & Muslim, Signs & Sciences

Kalau berbicara tentang science, saya sangat senang, apalagi yang berhubungan dan memang berhubungan dengan signs (ayat-ayat Alquran). Karena akan dapat dibuktikan kebenaran ayat-ayatnya, maka pantaslah dan sudah seharusnya Alquran itu diakui sebagai “kitab suci yang benar” dan “benar-benar suci”. Sebelumnya sudah beberapa poin masalah yang saya tulis, seperti ramalan yang ternyata terbukti, kemudian lagi tentang bentuk bumi dan juga tentang besi.

Nah, kali ini kita akan melihat apa yang dikatakan Alquran tentang air mani dan campurannya.

Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5 menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya 1000 dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya.

Ini dijelaskan dalam Alquran :

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? Bukankah ia dahulu hanya setitik mani yang dipancarkan (ke dalam rahim)?” [al-Qiyamah : 36-37].

Seperti yang telah kita amati, Alquran memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.

Pada gambar di samping, kita saksikan air mani yang dipancarkan ke rahim. Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup. Fakta bahwa manusia tidak diciptakan dengan menggunakan keseluruhan air mani, tapi hanya sebagian kecil darinya, dinyatakan dalam Alquran dengan ungkapan, “setetes mani yang ditumpahkan”.

Campuran dalam Air Mani

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Alquran, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran :


“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” [al-Insan : 2]

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini :

“(Dialah) Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).” [as-Sajdah : 7-8]

Kata Arab “sulala”, yang diterjemahkan sebagai “sari pati”, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti “bagian dari suatu kesatuan”. Ini menunjukkan bahwa Alquran merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia. Dan Dialah Allah SWT, tuhan Yang Maha Tunggal.

Referensi :

  • Harun Yahya, Keajaiban Alquran.
  • Harun Yahya, VCD Seri Ilmu Pengetahuan: Keajaiban Alquran.


Leave a Reply