Home > Islamic > Emansipasi Wanita

Emansipasi Wanita

May 25th, 2009 by Fakhruzzaini, posted in Islamic, tags: , ,
::: Leave a comment :::

Kerap dibicarakan dalam konferensi maupun pertemuan-pertemuan kaum misionaris tentang pentingnya memperhatikan gerakan-gerakan emansipasi wanita. Mereka juga sering mengangkat isu-isu perceraian dan poligami. Tujuannya agar umat Islam mulai meragukan integritas ajaran agamanya. Upaya untuk membuat keraguan atas kesempurnaan aturan keluarga Islam merupakan nada sumbang yang kerap kali didendangkan musuh-musuh Islam dan pengikutnya, kaum hipokrit.

Sint Zuemer, ketua pengiriman misionaris, pernah menulis sebuah artikel yang bertajuk Al-’Alam al-Islami al-Yaum (Dunia Islam Saat Ini). Di dalamnya ia menulis:

“Belum pernah ada sebuah agama yang memiliki akidah berlandaskan Tauhid yang lebih besar dari Islam; agama yang menembus batas-batas geografis Asia dan Afrika yang luas, menghembuskan akidah, syariat, dan tradisinya ke dalam sekitar 200 juta jiwa. … Mereka seperti reruntuhan dan puing-puing bersejarah yang tertimbun di atas gunung Muqattam (di Kairo), atau seperti untaian pegunungan yang menembus mega dan memanjang seluas langit membentang, puncaknya menyala dengan cahaya Tauhid dan kaki-kaki gunungnya menjalar pada jurang-jurang poligami dan pelecehan wanita.”

Kemudian ia menutup pembicaraannya dengan menasihati para misionaris agar tidak mudah menyerah, karena strategi “emansipasi wanita” akan menggerogoti sendi pertahanan masyarakat Islam. Ia menulis:

“Para misionaris hendaknya tidak gampang putus asa ketika melihat hasil misinya pada umat Islam relatif lemah. Karena, berdasarkan penelitian, sesungguhnya dalam dada umat Islam telah tumbuh kecenderungan yang sangat besar kepada ilmu-ilmu Eropa dan emansipasi wanita.”

Para musuh Islam memandang bahwa media terbaik guna menghancurkan Islam adalah merusak sistem keluarga muslim dan mendorong perempuan untuk menuntut hak-hak yang menafikan ajaran Islam, sehingga perempuan berubah menjadi musuh terbesar di dalam keluarga muslim sendiri. Penulis kondang Prancis, Atienne Lame, menulis sebuah artikel pada majalah Al-’Alam, 15 September 1901, yang menggambarkan strategi ideal bagi penghancuran Islam. Ia menulis:

“Pendidikan Nasrani, atau pendidikan biarawati bagi anak-anak perempuan muslim, sama dengan menembus benteng Islam yang tidak dilakukan oleh kaum laki-laki. Islam telah melecehkan dan merendahkan kaum perempuan, sehingga keluarnya kaum perempuan dari perbudakan Islam merupakan pintu kehancuran Islam. Pendidikan Kristen merupakan faktor terkuat yang menyebabkan kaum perempuan muslim keluar dari ruang dosmetiknya, karena perempuan muslim yang dididik oleh tangan Kristiani mengetahui pasti kualitas perempuan dalam masyarakatnya. Dengan demikian, ia mengetahui bagaimana cara mengalahkan laki-laki…”

Ia melanjutkan:

“Perempuan muslimah yang dididik secara Kristen diharapkan menjadi istri idaman yang mempunyai kekuasaan penuh, sehingga tatanan keluarga muslim berubah total; kaum perempuanlah yang berkuasa. Di sinilah tampak hasil pendidikan biarawati, dalam hal ini tidak sulit bagi perempuan untuk melakukannya. Bukan hal yang sukar pula untuk mempengaruhi suami dan akidahnya, sehingga ia menjauhi Islam dan mendidik anak-anaknya lewat cara yang tidak Islami. Semakin perempuan mengetahui hak-hak dan kewajibannya, semakin besar pula kebenciannya kepada agama Islam yang meremehkan kaum ibu dengan melecehkan istri. Ketika seorang ibu mendidik anak-anaknya dengan cara ini dan memasukkan ajaran-ajaran non-Islam, maka ketika itulah kaum perempuan telah mengalahkan Islam.”

Lame meneruskan:

“Itulah cara termudah dan terbaik untuk memerangi Islam melalui pemeluknya sendiri, suatu cara yang nyaris tanpa kata-kata dan paksaan. Hal itu, tentu saja, lebih menjanjikan. Tidak ada yang dapat kita lakukan selain menempuh metode tersebut. Jika kita secara terang-terangan menghujat Islam dan mengemukakan argumen yang menyatakan Islam adalah kesesatan, maka hal itu akan membangkitkan rasa fanatisme keagamaan umat Islam yang ada di dalam jiwa mereka yang tenang. Cara seperti ini harus dihindari, selain hasilnya belum tentu lebih menjanjikan.”

Begitu dalam kebencian musuh-musuh Islam terhadap Islam, berbagai cara lembut dan tersembunyi mereka lakukan untuk menghancurkan Islam dari dalam, dari hati orang-orang Islam, melalui kedok “perang budaya“, semangat “emansipasi wanita”, “poligami” dan sebagainya. Padahal Islam telah mengatur masalah emansipasi wanita dan poligami dengan sangat adil dan mulia, tanpa merendahkan hak-hak wanita bahkan mengangkatnya pada kedudukan yang terhormat dibanding dari agama-agama lainnya.

Dikutip dari buku Dustur al-Usrah fi Zhilal al-Qur’an (Cita Keluarga Islam: Pendekatan Tafsir Tematik) karya Ahmad Fa’iz.





No Comments so far




Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>