| 14 Maret 2009 | 2 Comments |

Fisika: Dari mana asal besi?

Tags: , , ,

Category: Islam & Muslim

Besi adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia di bumi ini. Besi digunakan hampir di semua tempat, untuk membangun gedung-gedung, alat transportasi, senjata, sampai benda-benda kecil dalam rumah tangga seperti palu, cangkul, pisau dan lain sebagainya (palu dan cangkul itu bagian dari peralatan rumah tangga ya??? πŸ˜€ ).

Posting ini sebagai kelanjutan dari perbandingan kita antara Signs dan Science (masih ingatkan apa maksudnya?). Sebelumnya juga sudah kita bandingkan 1 kejadian yang diramalkan akan terjadi (dalam Alquran) dan benar-benar telah terjadi atau ramalan tersebut terbukti benar. Ramalan itu adalah tentang kemenangan Byzantium.

Sekarang kita coba bandingkan lagi informasi yang diberikan oleh alquran dengan bidang fisika. Di dalam alquran, ada sebuah surat yang bernama al-Hadid yang berarti “besi“. Pada bagian ayat ke-25, dinyatakan dengan jelas dari mana sebenarnya asal besi…

β€œβ€¦ dan kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ..” [al-Hadid : 25]

Kata “anzalna” yang berarti “kami turunkan” khususnya digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit“, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkapkan bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat.

Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova“. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Keterangan di atas dan pernyataan dalam alquran surat al-Hadid ayat 25 menunjukkan sebuah kesimpulan yang sama, bahwa besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi“. Fakta ini sudah dinyatakan sejak lebih dari 1400 tahun lalu dalam Alquran dan telah terbukti di masa sekarang.

Hal di atas menunjukkan bahwa Alquran, dengan ayat-ayatnya (signs) membuktikan bahwa ilmu pengetahun benar-benar mengikuti kebenaran Alquran… Allahuakbar!

Tunggu pembuktian-pembuktian lainnya, di AmazingLight

Referensi :

  • Harun Yahya, Keajaiban Alquran (dengan sedikit perubahan redaksi).
  • Harun Yahya, VCD Seri Ilmu Pengetahuan: Keajaiban Alquran.


Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. in the name of God berkata:

    unsur besi tidak turun dari langit. Yang turun dari langit adalah meteorit. Unsur besi itu sudah ada sejak penciptaan bumi

  2. 3rf@n M. berkata:

    @in the name of God
    Benar bahwa yang turun dari langit adalah meteorit, dan karena ‘turunnya’ meteorit itulah maka ada unsur besi di bumi. Kita tahu bahwa sebelum adanya makhluk hidup di muka bumi, bumi kita ini terbentuk akibat dari ledakan besar (big bang) dan setelah terbentuk bumi kita dihujani oleh meteor-meteor yang mengandung unsur besi… sehingga kata ‘anzalna’ adalah tepat untuk keadaan tersebut πŸ™‚

Leave a Reply