Prediction: Kemenangan Byzantium
::: Leave a comment :::
Sebagaimana saya sebutkan pada posting sebelumnya, tentang Signs dan Science, kita akan mulai mencoba melihat hubungan antara Signs Alquran dan Science modern. Di posting ini kita bahas tentang nubuat atau ramalan kejadian dalam Alquran. Yaitu ramalan tentang kemenangan Kekaisaran Byzantium.
Ramalan atau nubuat merupakan berita kejadian yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Di dalam Alquran, ada penggalan berita tentang peristiwa kekalahan Kekaisaran Byzantium dan juga kemenangan mereka setelah kekalahan tersebut. Ayat-ayat pertama Surat Ar-Ruum, tepatnya ayat 1 sampai 4, merupakan nubuat tentang Kekaisaran Byzantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi.

“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)…” [Alquran, 30:1-4]
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Byzantium Kristen di tangan bangsa Persia (bangsa Majusi penyembah api dan berhala), ketika Byzantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Byzantium dalam waktu dekat akan mendapatkan kemenangan. Padahal, Byzantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali.
Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Byzantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Byzantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Byzantium, diserbu oleh bangsa Persia.
Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Byzantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat-ayat pertama Surat Ar-Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Byzantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Alquran takkan pernah menjadi kenyataan.
Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar-Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Byzantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Byzantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Byzantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Byzantium.
Akhirnya, “kemenangan bangsa Romawi” yang diumumkan oleh Allah dalam Alquran, secara ajaib menjadi kenyataan dan terbukti kebenarannya.
Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.
Dalam ayat ketiga Surat Ar-Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan “Adnal Ardli” dalam bahasa Arab, diartikan sebagai “tempat yang dekat” dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata “Adna” dalam bahasa Arab diambil dari kata “Dani“, yang berarti “rendah” dan “Ardl” yang berarti “bumi”. Karena itu, ungkapan “Adnal Ardli” berarti “tempat paling rendah di bumi”.
Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Byzantium dan Persia, ketika Byzantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. “Laut Mati”, terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.
Ini berarti bahwa Byzantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.
Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Alquran, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Dan berita ini sudah disampaikan oleh Alquran lebih dari 1400 tahun yang lalu.
Lagi-lagi ini merupakan bukti bahwa nubuat dan ramalan dalam Alquran benar-benar terjadi dan benar pula menurut science modern.
dan sekaligus membuktikan banhwa Alquran benar-benar wahyu Ilahi.
Sumber :
- Harun Yahya, Keajaiban Alquran (dengan sedikit perubahan redaksi).
- Harun Yahya, VCD Seri Ilmu Pengetahuan: Keajaiban Alquran.
[...] atau ramalan lain dalam Alquran yang benar-benar terjadi selain kemenangan Byzantium adalah peristiwa pembebasan kota Makkah. Peristiwa Fathu Makkah ini sudah dubuktikan kebenarannya [...]