Ust. Yusuf Mansur: Memangkas Masa Pemberlakuan Hukuman/Azab

Assalaamu’alaikum wr. wrb.

Alhamdulillaah, wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wattaabi’ihi..

Lebih dari 1 bulan libur dari menulis, hari ini saya posting baru yang saya ambil dari buku Ust. Yusuf Mansur, Kuliah Tauhid. Semoga cuplikan tulisan ini bisa memberikan semangat dan motivasi kepada diri saya dan kita semua untuk bersegera kembali kepada jalan Allah SWT, aamiin..

Berikut cuplikan tulisan beliau pada buku tersebut:

Hendaknya kita mengenolkan dulu semua perbuatan buruk kita dengan bertaubat. Menghentikan perbuatan buruk, judi misalnya, tidak serta merta dianggap bertaubat. Perlu ada pernyataan lisan dari kita. Pernyataan memohon ampun. Pernyataan permohonan maaf. Kita minta ampun sama Allah SWT, minta maaf pada-Nya atas semua kesalaha-kesalahan kita.

Cara paling efektif di awal adalah shalat Taubat. Shalatnya cukup 2 rakaat saja dengan bacaan bebas di setiap rakaatnya. Tapi, persiapkan diri yang betul, dengan benar-benar mendidik diri sebelum shalat, bahwa sebentar lagi kita akan menegakkan shalat dengan membawa dosa-dosa yang mau kita mintakan ampun kepada Allah. Allah sudah berjanji akan mengampuni kita bila kita mau datang kepada-Nya, bahkan Allah akan memberikan ampunan-Nya lebih banyak ketimbang dosa yang kita bawa kepada-Nya. Habis itu perbanyak shalat-shalat Taubat di setiap kesempatan.

Di awal-awal saya dulu meniti jalan pertaubatan, malah saya usahakan di setiap shalat fardhu, saya menegakkan shalat Taubat plus shalat Hajat. Shalat Taubat untuk masa lalu saya, shalat Hajat untuk masa depan saya. Bahkan sekarang-sekarang ini (ketika tulisan ini ditulis–admin), saya mulai galakkan lagi. Selain tentu saja sehat, sebab ada gerakan-gerakan shalat yang menyehatkan fisik, menegakkan shalat sunnah taubat dan hajat juga menjadi satu keberkahan tersendiri adanya. Begitu banyak fadhilah untuk masa lalu dan masa depan kita.

Kemudian setelah itu, kejar semua ketertinggalan kita dengan banyak-banyak istighfar, dan menghidupkan sunnah-sunnah semaksimal-maksimalnya kemampuan kita. Bukan seadanya loh ya. Semaksimalnya. yang disebut ibadah sunnah itu; qabliyah ba’diyah, dhuha, tahajjud, witir, baca al-Qur’an, shalat berjamaah, sedekah, dan menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk yang baru.

Kenapa tulisan tersebut saya angkat, sederhana, dalam istilah Ust. Yusuf Mansur (dan memang demikian), bahwa semua dosa dan kesalahan kita akan ‘dibalas’ dan ‘dicuci’ oleh Allah SWT. Nah, Ust. Yusuf Mansur bilang, sebelum kita ‘dicuci’ oleh Allah, akan lebih baik kita sendiri yang ‘mencuci’ diri kita sendiri sebelum ‘dicuci’ oleh Allah SWT. Dengan demikian, hukuman atau azab yang seharusnya ditimpakan kepada kita karena dosa dan kesalahan kita dapat ‘dipangkas masa pemberlakuannya’.

Demikian cuplikan tulisan Ust. Yusuf Mansur, semoga bisa kita ambil pelajaran, dapat direnungkan dan diamalkan..

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Related Posts

About admin 179 Articles
AmazingLight.info Owner

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*